Renungan Minggu, 07 Juni 2015
Surat 2 Korintus 3 : 1 - 6
Rasul Paulus adalah penginjil, ahli theologia dan sastrawan yang berkualitas. Lihatlah ke-13 surat yang ditulisnya. Semua itu menunjukkan hasil karya sastra yang sudah teruji sepanjang abad. Dikotbahkan banyak orang dan dipelajari oleh ratusan juta orang.
Dalam tulisan-tulisannya, Rasul Paulus sering menggunakan kata kiasan yang dalam maknanya. Salah satunya adalah "surat" Rasul Paulus yang berkata: "Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia" (2 Korintus 3:2-3). Kata "kamu" pada ayat tersebut menunjuk kapada jemaat (gereja) atau semua orang Kristen. Ya benar, orang Kristen besar atau kecil, laki-laki atau perempuan dalah surat cinta Tuhan.
Dengan kata lain, "Surat Kristus" tersebut adalah "Surat Cinta Kristus" kepada orang banyak (dunia) yang dikasihiNya. Artinya,
- Jika orang banyak ingin mengetahui isi surat cintanya Tuhan, maka mereka dapat membacanya pada kehidupan orang-orang Kristen.
- Jika orang banyak ingin merasakan keindahan cinta kasih Tuhan Yesus, itu dapat mereka nikmati saat berdekatan dengan orang-orang Kristen. Orang Kristen tidak seperti gunung; indah dari jauh, tetapi tidak indah dari dekat.
- Ada kertas surat cinta yang harum baunya, maka jika orang banyak ingin membaca surat cinta Tuhan dalam keharuman yang suci, mereka dapat menemukan dalam hidup orang-orang Kristen (2 Korintus 2:14).
Itu semua ada dalam kehidupan orang Kristen (jemaat Tuhan), sebab jemaat adalah tubuh Kristus. Dan dijadikan surat cinta atau perantara Tuhan Yesus untuk menyatakan perasaan cintaNya dan kehendakNya. Dia telah menulisNya dalam hati setiap orang Kristen. Ditulis dengan Roh Allah yang hidup untuk dibaca semua orang sebagai kabar baik.
Tuhan Memberkati, Amin. (prkt)






0 comments:
Post a Comment