GEREJAKU BERTUMBUH UNTUK BERBUAH (AWAS HAMA PENYAKIT)

Renungan Minggu, 10 Mei 2015


Injil Yohanes 15 : 1 - 10
Tuhan Yesus mengajarkan mengenai hubungan diriNya dengan gerejaNya, sebagaimana pokok anggur dengan ranting-rantingnya. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa pokok anggur itu sengaja ditanam dan diusahakan oleh Allah, BapaNya.

Dalam perumpamaan pokok anggur ini, kita menemukan makna gereja yang bertumbuh dan dirawat supaya berbuah banyak. Dia menyebut semua muridNya, semua orang percaya dan gerejaNya adalah ranting-rantingNya. Tuhan Yesus berfirman supaya mereka tinggal di dalam mereka. Dengan demikian mereka akan sehat dan berbuah banyak, sehingga BapaNya, sebagai pemilik dan pengusahanya dipuji dan dimuliakan. Sebaliknya, di luar Dia mereka tidak berbuah dan tidak dapat berbuat apa-apa.

Setiap ranting padaNya yang tidak berbuah, dipotong oleh BapaNya (Sang Pengusaha) dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan, supaya ia lebih banyak berbuah (ayat 2). Maknanya :

Pertama, setiap ranting padaNya yang tidak berbuah, dipotong oleh BapaNya, yaitu yang dekat dengan pokok / batang anggur. Tumbuhnya tunas baru selalu disertai munculnya bunga baru yang menjadi bakal buah. Pemotongan dilakukan untuk semua ranting.

Kedua, setiap ranting yang berbuah dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah. Pembersihan ini ditujukan untuk hama penyakit, misalnya ulat-ulat kecil pemakan daun, ulat besar pemakan daun dan tangkai daun, kutu ranting dan kutu buah (Bahasa Jawa: cabuk). Hama penyakit dalam gereja itu berupa :
- Gosip
- Kedagingan dan hidup lama
- Materialisme
- Ketakutan dan kekuatiran

Dengan menaati firman Tuhan Yesus dan mengikuti teladan serta cara hidupNya, pastilah gerejaNya bertumbuh dengan sehat dan berbuah banak pada waktunya. 

Tuhan Memberkati, Amin. (prkt)

0 comments:

Post a Comment